Skip to main content

Title

Mengatasi Penyakit Cacingan

Di masa emas tumbuh kembang anak, Ibu pasti tahu bahwa proses belajar si kecil tidak hanya terbatas dari bangku sekolah, tapi juga dari aktivitas bermainnya bersama Ayah atau teman-teman sebaya di luar rumah. Namun, aktivitas bermain di luar rumah bisa meningkatkan si kecil risiko terinfeksi cacing yang hidup di tanah atau tempat-tempat kotor. Sudahkah Ibu memberikan perlindungan yang tepat baginya?

Jika si kecil terserang penyakit cacingan

Saat belajar dan bermain di luar rumah, anak-anak cenderung tidak memperhatikan kebersihan sekitar dan juga tubuhnya sendiri. Larva cacing dari tanah atau lingkungan yang kotor dapat berpindah masuk ke tubuhnya dengan mudah, apalagi jika ia makan tanpa mencuci tangan terlebih dulu.

Tidak ada gejala khusus yang mengindikasikan masuknya larva cacing ke tubuh si kecil. Namun, gejala ringan dapat dirasakan si kecil saat larva yang tertelan mulai menetas dan berkembang di dalam usus. Ketika larva menetas di usus, cacing menginfeksi saluran pencernaan tersebut sehingga membuat si kecil merasakan sakit perut, diare, mual atau muntah-muntah.

Setelah telur cacing menetas dan berkembang di usus, cacing juga dapat berpindah ke bagian paru-paru tubuh melalui saluran darah atau limfa. Jika infeksi cacing sampai pada tahap ini, anak dapat mengalami gejala berupa demam, batuk, atau bersin-bersin.

Pencegahan terhadap penyakit cacingan perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan. Periksakan buah hati dan keluarga ke dokter untuk mengecek apakah terdapat infeksi cacingan di tubuh.  Jika terjadi infeksi, berikan keluarga obat cacing dengan kandungan Pirantel Pamoat yang dapat secara efektif melumpuhkan cacing dalam tubuh dengan cara mendepolarisasi senyawa penghambat neuromuskuler, kemudian mengeluarkannya bersama dengan kotoran.