Skip to main content

3 Perlindungan Alami dari Penyakit Cacingan

Penyakit cacingan yang disebabkan oleh infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis), cacing gelang (Ascaris lumbricouides) dan cacing tambang (Ancylosstoma duodenale, Necator americanus) dapat menimbulkan gejala yang sangat mengganggu, terutama bagi anak kecil di masa emas tumbuh kembangnya. Agar Ibu dan keluarga terhindar dari risiko terinfeksi cacing, lakukan tiga hal berikut!

  1. Jangan mengonsumsi daging setengah matang

Masuknya cacing kremi, cacing gelang atau cacing tambang penyebab cacingan ke tubuh tidak hanya melalui kontak langsung manusia dengan tanah tempat telur atau larva cacing berada. Telur cacing juga bisa masuk ke tubuh melalui makanan yang berasal dari daging hewan yang terinfeksi. Karena itu, hindarilah mengonsumsi daging sapi, kambing, ikan, atau unggas yang dimasak setengah matang untuk mencegah kemungkinan telur atau larva cacing yang masih hidup di dalam daging tertelan masuk ke tubuh. Jangan lupa, bersihkan seluruh alat dapur yang digunakan untuk menyimpan, memotong atau mencuci daging mentah yang Ibu masak agar semua alat kembali steril dari kuman, bakteri dan parasit (cacing).

Seperti halnya daging, Ibu juga harus mencuci bersih tumbuhan yang digunakan sebagai bahan makanan sehari-hari, terutama sayur dan buah-buahan. Sayur dan buah yang tumbuh di sekitar tanah yang terkontaminasi telur atau larva cacing dan tidak dicuci bersih akan berpotensi membawa telur cacing masuk langsung ke usus. Cuci dan masak matang sayuran tersebut untuk membunuh telur atau larva yang mungkin menempel.

  1. Gunakan alas kaki saat keluar rumah

Risiko infeksi cacing tambang (Ancylosstoma duodenale, Necator americanus) bisa meningkat jika Ibu atau si kecil berjalan ke halaman luar rumah tanpa alas kaki. Pasalnya, cacing tambang dapat menembus lapisan dermis kulit dan bergerak ke paru-paru maupun usus melalui aliran darah atau limfa. Jika hal itu terjadi, akan timbul gejala infeksi berupa ruam dan gatal di bagian kulit, demam, nyeri perut, diare, kram perut hingga kolik. Infeksi cacing tambang bisa berdampak lebih buruk pada anak-anak. Mereka bisa mengalami malnutrisi dan keterlambatan tumbuh karena kehilangan banyak zat besi dan protein saat terinfeksi cacing tambang. Agar hal itu tidak terjadi, ingatkan si kecil untuk selalu menggunakan alas kaki saat pergi bermain bersama teman-temannya. Ingatkan juga agar ia selalu mencuci tangan dan kaki selepas bepergian, agar sisa tanah yang mungkin terkontaminasi cacing tidak lagi menempel.

  1. Rutinlah membersihkan kotoran hewan peliharaan di rumah

Tidak hanya manusia, cacing Ancylosstoma duodenale dan Necator americanus juga dapat menginfeksi hewan peliharaan Ibu, terutama anak kucing atau anjing. Jika hewan peliharaan terinfeksi dan menjadi inang cacing tambang tersebut, Ibu atau anggota keluarga lainnya berisiko tertular infeksi. Namun jangan khawatir, asalkan Ibu sudah menjaga kebersihan hewan peliharaan dengan baik, infeksi cacing tidak akan terjadi. Selalu bersihkan kotoran hewan peliharaan di rumah setiap hari, menggunakan sarung tangan atau sekop khusus. Setelahnya, cuci bersih tangan Ibu dengan sabun agar tanah dan kotoran hewan tidak menempel dan tertelan ke mulut.

Pencegahan infeksi cacing juga bisa dilakukan dengan cara rutin memeriksakan kondisi Ibu dan keluarga ke dokter setiap enam bulan sekali. Jika mengalami tanda-tanda penyakit cacingan, minumlah obat cacing Pirantel Pamoat yang secara efektif melumpuhkan cacing di tubuh.