Skip to main content

Bahaya Cacing Tambang bagi Manusia

Cacing tambang adalah salah satu jenis cacing parasit yang dapat menginfeksi usus manusia. Dua spesies cacing tambang, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus, merupakan dua spesies utama yang  paling sering ditemukan menginfeksi manusia.

Keduanya dapat masuk ke tubuh dengan cara larva cacing tambang menembus kulit manusia. Larva cacing yang berhasil menembus lapisan dermis kulit kemudian bergerak menuju paru-paru melalui aliran darah vena atau melalui saluran sistem limfa. Setelah dari paru-paru, larva berpindah ke usus manusia dan memicu gejala infeksi. Selain itu, salah satu jenis cacing tambang yaitu Ancylostoma duodenale juga dapat masuk ke tubuh  dengan tertelan larva.

Gejala infeksi cacing tambang

Jika terinfeksi cacing tambang, pada kulit yang terkena cacing akan muncul ruam (berupa kulit kering dan kemerahan) disertai dengan rasa gatal. Seseorang yang terinfeksi hebat akan merasakan nyeri pada perut, diare, kehilangan nafsu makan, pusing hingga anemia. jika cacing tambang menginfeksi anak-anak, dampak yang ditimbulkan bisa berpengaruh pada pertumbuhan fisik maupun kognitifnya.

Mencegah infeksi cacing tambang

Karena dampak infeksi cacing tambang yang berbahaya, Anda perlu sangat berhati-hati dalam menjaga kebersihan diri dan juga keluarga, khususnya si kecil yang gemar bermain. Berikut tips yang bisa Anda ikuti demi menghindari risiko cacingan:

  • Pakai alas kaki di tempat yang mungkin terdapat larva cacing, seperti saat bermain di taman atau halaman
  • Menjaga kebersihan tubuh Anda dan keluarga

Perpindahan telur cacing dari tanah atau benda yang terkontaminasi cacing ke mulut dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan tubuh, khususnya tangan. Biasakan diri Anda dan juga si kecil untuk mencuci tangan sebelum makan. Selain itu, berusahalah untuk tidak berjalan atau membiarkan si kecil berjalan di atas tanah tanpa alas kaki.

  • Menjaga kebersihan hewan ternak

Perpindahan telur atau larva cacing ke tubuh manusia juga bisa melalui kotoran hewan ternak yang terinfeksi cacing. Jika Anda memiliki hewan ternak seperti sapi, ikan atau babi, hindari bersentuhan langsung dengan kotorannya.

  • Tidak mengonsumsi daging setengah matang

Risiko terinfeksi cacing juga bisa meningkat jika Anda dan keluarga gemar mengonsumsi daging mentah atau yang tidak dimasak matang. Masaklah daging yang akan Anda konsumsi hingga matang sepenuhnya untuk mengurangi risiko tersebut.

Nah, selain menjaga aktivitas yang dapat mendekatkan diri Anda atau keluarga dengan risiko infeksi cacing tambang, pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara memeriksakan kondisi Anda dan utammanya si kecil ke dokter setiap enam bulan sekali, guna mencegah terjadinya infeksi cacing yang tidak diinginkan. Jika terjadi gejala yang mengindikasikan infeksi cacing tambang, berikan obat cacing Pirantel Pamoat untuk melumpuhkan cacing dalam tubuh.